Kebutuhan Bandwidth Data Seluler Meningkat 73%
Post: Rabu, 09 Februari 2011 - 17:53:59 WIB - In: Gadget - Dilihat: 742 kali

Kebutuhan bandwidth data semakin meningkat. Bahkan pada pertengahan kedua 2010 lalu kebutuhan bandwidth data seluler meningkat 73 persen.
Dilansir melalui Cellular News, Rabu (9/2/2011), data ini didapat melalui survei dari Allot Communication melalui laporan Allot MobileTrends yang dikumpulkan sejak Juli hingga Desember 2010 dari beberapa operator seluler di dunia dibandingkan dengan data sekira 210 juta pelanggan.
Menurut data Allot Communication, layanan video streaming terus memacu pertumbuhan ini dan menjadi aplikasi yang banyak digunakan. Video streaming memberikan kontribusi kebutuhan bandwidth sebanyak 37 persen.
Dalam laporan tersebut juga dikatakan bahwa YouTube bertanggung jawab besar dalam peningkatan kebutuhan bandwidth dengan penggunaan sekira 17 persen. Bahkan YouTube menjadi situs populer untuk video streaming dengan kontribusi sekira 45 persen dari total trafik video streaming di ponsel.
Allot juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan eksponensial dialami oleh aplikasi jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook, yang masing-masing tumbuh sekira 378 persen dan 267 persen. Hal ini membuktikan adanya sinergi natural antara media sosial dan internet mobile.
Kebutuhan penggunaan Voice over Internet Protocol (VoIP) dan aplikasi Instanr Messenger(IM) juga terus tumbuh secara cepat dengan peningkatan sekira 87 persen.
Masih menurut Allot MobileTrends, Google Android Market masih berada jauh di belakang App Store dengan hanya 9 persen dari trafik toko aplikasi download secara keseluruhan. Namun begitu pertumbuhan Android mencapai 177 persen dan berpotensi mempengaruhi pertumbuhannya di masa depan.
Dari laporan kami dapat disarankan bahwa operator seluler jangan hanya berfokus pada jumlah konsumsi bandwidth tapi juga harus mengerti nilai dan kegunaan dari aplikasi yang diberikan kepada konsumen. Apalagi ke depan akan mulai ada teknologi konvergensi yang didukung oleh teknologi 4G/LTE, ujar Presiden dan CEO Allot Communications, Rami Hadar.
Sumber : okezone.com






