Home Profile Sitemap Contact Us
Join KS Page Follow KS Page Read KS RSS Mobile Version
Home » Blog » Startup » Investor Sekarang Lebih Tertarik Pada Startup dari Asia

Investor Sekarang Lebih Tertarik Pada Startup dari Asia

Post: , 12 November 2013 - 05:00:35 WIB - In: Startup - Dilihat: 330 kali

tidak ada bintang comment 0 suka 6 tidak suka 0increase font decrease font share via addthis
Investor Sekarang Lebih Tertarik Pada Startup dari Asia

Pendanaan sering dianggap sebagai sebuah pencapaian yang hebat – orang-orang memuji entrepreneur-nya, kami sebagai media tertarik untuk mewawancarai mereka. Tapi pendanaan hanyalah awal dari sebuah perjalanan sulit sekaligus pencapaian kecil yang menandakan sebuah perkembangan. Bagaimanapun, Anda berhasil meyakinkan orang asing untuk menambah dana perusahaan Anda.
Meskipun membangun bisnis yang mampu mendatangkan uang dari konsumen memang lebih penting daripada sekedar mendapatkan uang dari investor, pendanaan seringkali dibutuhkan untuk mengembangkan perusahaan dan melakukan pertumbuhan yang signifikan. Tapi, walaupun Anda ingin mendapatkan dana dari investor di Asia, terkadang perusahaan tidak bisa menemukan investor yang mau mendanai – walaupun perusahaan tersebut sebenarnya pantas. Jumlah yang mereka butuhkan bisa jadi terlalu banyak, atau terlalu sedikit.
Pada tanggal 21 dan 22 November mendatang, kami akan mendalami proses pendanaan dari pihak startup dan investor di salah satu panel diskusi Startup Asia Jakarta 2013 berjudul &How to raise money from investors& (Bagaimana cara mendapat pendanaan dari investor).
Dalam topik ini, kami akan membahas aliansi antara beberapa perusahaan VC Indonesia, langkanya investasi dalam jumlah besar (baca di sini dan di sini) di Asia Tenggara, dan kehebohan terhadap aturan investasi asing yang tidak bersahabat di Indonesia.
Kami akan menghadirkan entrepreneur yang sudah memulai, bertumbuh, dan menghasilkan jutaan dollar baik dari bisnisnya maupun dari investor, dan juga investor yang sudah berinvestasi di berbagai entitas internet di Indonesia dan Asia Tenggara.
Satu entrepreneur yang akan hadir adalah Tom Clayton, yang saat ini sedang menjalankan startup teknologi keempatnya bernama Bubbly. Perusahaan tersebut berhasil menerima dana sebesar lebih dari USD 60 juta dari investor tingkat atas seperti Sequoia Capital, JAFCO, dan SingTel Innov 8, menjadikannya salah satu startup Asia Tenggara yang paling banyak menerima dana dari VC. Tom sudah menghabiskan waktu 12 tahun di Asia, terlibat di berbagai perusahaan teknologi tinggi, dan menghasilkan total lebih dari USD 160 juta dari semua startup-nya.
Selain Tom, kami juga menghadirkan Stefan Jung, co-founder Rocket Internet Asia. Rocket internet sendiri sudah berada di lebih dari 40 negara dan memiliki lebih dari 25.000 pegawai di seluruh dunia. Jika digabungkan, perusahaan-perusahaan milik Rocket Internet sudah menerima total USD 1,3 miliar dari perusahaan VC seperti J.P. Morgan Asset Management, Kinnevik, Summit Partners, dan Holtzbrink Ventures.
Pada panel diskusi ini, Stefan juga akan memberikan masukannya sebagai investor: selain mengembangkan Rocket Internet Asia, Stefan juga memiliki kendali atas USD 200 juta di Asia atas nama Global Founders Capital, perusahaan yang juga milik Samwer bersaudara. Mereka baru-baru ini melakukan investasi pertama mereka di Asia pada Traveloka, startup pariwisata Indonesia yang juga menerima investasi dari East Ventures, VC Indonesia-Singapura. (Keterangan: East Ventures juga merupakan investor Tech in Asia).
Nama lain yang akan kami hadirkan adalah Martin Hartono. Ia mendirikan dan menjalankan Global Digital Prima Venture (GDP Venture), sebuah perusahaan yang fokus berinvestasi di perusahaan internet Indonesia. Perusahaan ini sudah melakukan investasi di startup besar seperti Kaskus, situs forum terbesar di Indonesia, dan Blibli, situs e-commerce. Selain menjadi investor, GDP Ventures juga punya Merah Putih, program inkubator teknologi dan digital pertama di Indonesia, yang sudah berinvestasi di Lintas.me, Infokost.net, DailiySocial.net, dan lainnya
Terakhir, kami punya Saemin Ahn dari Rakutan Ventures yang punya USD 10 juta untuk diinvestasikan. Investasi pertama mereka merupakan perusahaan Singapura dan masih dirahasiakan. Sekarang Rakuten Ventures ingin berinvestasi di startup yang berlokasi di Indonesia, Taiwan, Thailand, dan Malaysia. Selain berinvestasi, Rakuten sendiri sudah membangun kantor di Singapura sebagai salah satu langkah ekspansinya di Asia.
Melihat banyaknya penggabungan dan akuisisi yang terjadi di Asia Tenggara (salah satu contohnya adalah Rakuten mengakuisisi Viki dengan harga USD 200 juta), apakah ini berarti investor mulai tertarik dengan Asia Tenggara dan khususnya Indonesia? Apakah akhirnya kita berhasil memperlihatkan bahwa ada banyak startup yang punya potensi dan kemampuan untuk bertumbuh dan menerima investasi? Apakah semuanya sudah berubah dibandingkan tahun lalu?
Sumber: m.merdeka.com

Baca Juga
Komentar

Jadilah orang pertama yang menulis komentar dengan mengisi form dibawah ini

Nama
Website
Email
Rating 1 2 3 4 5
Komentar
Key Codekode captcha
Kode
 
Costumer Service
CS KS 1
Chat yahoo messenger with CS KS 1
Wilda Satya Perdana (Owner)
Phone: +62 898-1390-966
E-Mail: Ke Email
FB: Klik Disini
Chat yahoo messenger with Wilda Satya Perdana (Owner)
We Accept
BANK MANDIRI CAB BATU - MALANG
BANK MANDIRI CAB BATU - MALANG
Rek: 1440011320709
a/n: WILDA SATYA PERDANA
Pesan Domain
Silahkan masukkan nama domain yang anda pesan pada form diatas untuk di cek statusnya ada (Available) atau sudah diambil (Taken)

Belum Punya Hosting ? Atau Mau Cari Hosting? [Cek disini]